
Penulis: Adelini Siagian
Buka bersama atau lebih beken disingkat bukber adalah satu-satunya fenomena paling umum yang mulai muncul di bulan Ramadan. Momen buka puasa umumnya lebih nikmat dirayakan bersama teman menjadi sejarah munculnya tradisi bukber.
Kamu termasuk salah satu yang akan bukber di hari mendatang? Melansir dari teens.co.id, hindari beberapa kegiatan ini agar puasamu tidak sia-sia.
Baca Juga: Kenali Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh
1. Laksanakan salat Magrib
Bukber menjadi ajang kumpul dengan teman-teman atau keluarga. Jika sedang bukber dengan teman, tidak jarang mengobrol hingga lupa waktu sampai melewati waktu Magrib. Wah, ini yang bahaya. Di mana pun tempat bukbernya, dengan siapa pun bukbernya, salat lima waktu tetap wajib dilakukan. Jangan sampai meninggalkan salat Magrib hanya karna asyik mengobrol, ya, kalau bisa salat dulu baru mengobrol.
2. Jangan membicarakan orang lain
Hal ini sering terjadi pada hari-hari biasa saat berkumpul bersama teman dan sahabat. Saat sedang bukber, cobalah untuk bertanya keadaan satu sama lain dan kurangi atau bahkan jangan bergibah (membicarakan orang lain).
Ada banyak cara untuk mempererat hubungan silaturahmi tanpa bergibah. Bisa dengan bermain UNO dan ular tangga loh, tetap senang tanpa harus mengurangi kebaikan yang telah diperoleh dari puasa kita.
3. Habiskan waktu bersama, jangan sibuk dengan ponsel
Ini adalah hal yang paling sering terjadi. Saat berkumpul akan sibuk masing-masing dengan ponsel untuk meng-update ke media sosial tentang bukber yang sedang berlangsung. Jika sibuk dengan ponsel, tanpa sadar waktu akan berlalu cepat dengan komunikasi yang sedikit.
Cobalah untuk berfoto bersama beberapa kali dan simpan ponsel lalu berkomunikasi positif dengan teman dan kerabat. Bukalah kembali ponsel jika ada yang dibutuhkan atau mendesak saja.
Momen bukber harus dimanfaatkan dengan baik karna tidak mudah untuk menyesuaikan waktu dan mengumpulkan teman-teman untuk datang. Buatlah bukber kamu menjadi lebih berkualitas dengan komunikasi yang tetap positif.
4. Berbuka dengan secukupnya
Saat bukber pastilah hidangan yang disediakan tidak sedikit. Semakin banyak yang datang untuk bukber maka makin banyak pula variasi makanan yang dihidangkan. Dimulai dari gorengan, buah, kue-kue, dan minuman manis.
Jangan sampai salah pengertian, berbuka dengan yang manis bukan berarti memakan semua yang manis saat berbuka. Akan tetapi, yang dimaksud manis di sini adalah manis yang asli dari alam tanpa olahan dan bahan tambahan. Jika mengonsumsi yang manis terlalu banyak, kamu bisa gemuk dengan mudah, lo. Jadi, tetap jaga pola makan, ya.
5. Menjadi “bokek” dalam sekejap
Anak muda masa kini lebih sering berbuka di restoran atau mal yang akan menguras dompet lebih dalam dibanding berbuka di rumah. Untuk kamu yang akan bukber di restoran atau mal dengan teman, jangan sampai uangmu habis dalam sekejap.
Cobalah mengatur keuangan dengan mengecek harga menu dan menyiapkan uang. Ingatlah untuk tidak menghabiskan seluruh uang yang kamu punya. Atur sedemikian rupa agar pengeluaran tetap terkontrol. Jika kamu tidak mengontrol pengeluaran maka kamu akan repot di kemudian hari. Masih banyak jadwal bukber yang menunggu kedatanganmu.
6. Laksanakan salat Tarawih
Jika kamu sudah berhasil melewati anjuran pertama untuk tetap melaksanakan salat Magrib saat bukber, maka kali ini pastikan kamu tidak melewatkan Tarawih. Kebanyakan orang jika sudah salat Magrib akan merasa tenang dan lega. Namun, bukan berarti mengabaikan ibadah selanjutnya yaitu salat Isya dan Tarawih.
Kelegaan setelah salat Magrib membuat lupa waktu dan tetap berkumpul hingga malam hari. Setelah acara bukber selesai dan pulang ke rumah, rasa lelah akan datang dan membuat ingin lekas tidur. Jangan sampai ini terjadi pada kalian, tetap atur kegiatan dan tenaga agar tetap bisa melaksanakan ibadah Tarawih.
Nah, itulah beberapa hal yang harus kamu hindari serta tip saat buka bersama teman ataupun keluarga besar. Semua akan menjadi indah jika tetap mengikuti aturan agama dan norma yang berlaku.
Baca Juga: Tip Sehat Berpuasa Bagi Penderita Asam Lambung
Editor: Rika Wulandari

