Centauri, Bintang yang Bersinar /3/

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet pinterest.com)

Penulis: Siti Zahra

Setelah telepon dari Dania tadi, Alifa membuka jendela rumahnya dan menatap langit dari balkon.

“Tuhan, terima kasih atas alur cerita yang Engkau buat, terima kasih atas skenario yang telah Engkau susun. Hamba percaya nyatanya manusia hanya berencana. Untuk hasil, Engkaulah yang Maha Mengetahui segalanya, maafkan hamba yang terkadang masih sering mengeluh dan tidak bersyukur. Hamba janji ke depannya akan menjadi orang yang lebih bersyukur lagi dan tidak banyak mengeluh, mulai hari ini hamba serahkan segala sesuatu hanya kepada-Mu. Biarkanlah hamba berusaha, tunjukkanlah mana yang terbaik menurutmu, Tuhan,” ucap Alifa mensyukuri atas segala kisah hidup yang telah disusun Tuhan.

Sejak malam itu, Alifa selalu bersyukur dengan apa yang dimilikinya. Ia tidak pernah mengeluh dan selalu kuat menjalankan seluruh tantangan hidupnya.

Baca Juga: Centauri, Bintang yang Bersinar /1/

Beberapa tahun kemudian… 

Di sinilah Alifa berada, di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh segerombolan orang dalam acara Wisuda UIN SU Angkatan XXVIII.

“Bapak, Ibu, dan tamu undangan yang kami hormati, kita masuki acara selanjutnya. Yaitu pesan, kesan, dan motivasi yang akan disampaikan oleh lulusan terbaik pada Wisuda UIN SU Angkatan XXVIII. Kepada saudara Alifa Centauri, Mahasiswa Jurusan Komunikasi, waktu dan tempat kami silakan,” tutur salah satu pembawa acara.

Dengan senyuman hangat, Alifa berdiri dan berjalan menuju podium. Ia menarik napas panjang sebab gugup untuk memulai cerita. Dania, sahabat Alifa, tersenyum kepadanya seolah meyakinkan Alifa bahwa semua akan baik-baik saja. Alifa pasti bisa.

“Selamat pagi dan salam sehat untuk kita semua. Perkenalkan saya Alifa Centauri, Mahasiswa Jurusan Komunikasi Angkatan XXVIII. Berdirinya saya di sini bukanlah dalam perjalanan satu atau dua hari, tetapi memerlukan waktu bertahun-tahun. Berdirinya saya di sini juga tak terlepas dari dukungan orang-orang sekitar saya. Pertama-tama, terima kasih saya ucapkan kepada Allah yang sudah menyusun skenario tak terduga ini. Terima kasih untuk Ayah dan Ibu yang menjadi penyemangat untuk bisa seperti sekarang, juga untuk teman-teman saya terkhusus Dania, teman baik saya yang sudah menyadarkan bahwa setiap perjuangan tidak ada yang sia-sia,” kata-kata Alifa terhenti akibat air mata sudah tak terbendung lagi.

“Jika kita mau tetap berusaha dan tidak putus asa. Kawan, percayalah, semua orang punya jatah gagal dan berhasilnya masing-masing, waktunya biar Tuhan yang menunjukkan, tidak perlu banyak menceritakan perjalanan kita pada orang lain karena tidak semua orang peduli akan hal yang kita lakukan. Malah terkadang, hal tersebut akan menjadi celah kesalahan kita,” lanjutnya. 

“Terakhir, tetaplah bersyukur dengan apa yang kita miliki karena skenario Tuhan selalu yang terbaik untuk hamba-Nya yang selalu bersyukur dan berusaha. Tetap semangat semuanya, percayalah kita semua pasti bisa,” ucap Alifa di akhir kata sambutannya.

Saat ini Alifa menjadi wisudawan terbaik dengan IPK sempurna dan segudang prestasi yang telah diukirnya. Alifa sudah bersinar layaknya arti dari namanya. Alifa  Centauri. Alifa yang artinya penuh kasih dengan harapan dapat selalu mengasihi lingkungan sekitarnya dan dapat memberikan manfaat dari sinar yang dimilikinya, seperti bintang proxima centauri yang selalu bersinar terang di langit dan memberikan kedamaian.

Selesai.

Baca Juga: Centauri, Bintang yang Bersinar /2/

Editor : Syahda Khairunnisa 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles