
Penulis : Delima Azzahra
Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial tidak bisa dimungkiri, bahwa kita harus berinteraksi dengan orang lain. Contoh hal paling kecil adalah bercengkrama dengan keluarga di rumah kita masing-masing. Tentunya, di luar rumah tidak bisa dimungkiri juga kita harus berinteraksi dengan orang lain, dengan berinteraksi pasti ada seseorang yang kita pilih untuk dijadikan sebagai seorang teman maupun sahabat sebagai tempat berbagi dan berkeluh kesah.
Baca Juga: Pemberlakuan Parkir Berlangganan di Kota Medan, Solusi atau Masalah Baru?
Teman adalah orang yang paling penting dan berpengaruh dalam kehidupan. Saat kita memilih orang yang penting di hidup kita, tentunya kita harus cerdas memilah dan memilihnya agar tidak salah menerima orang baru di kehidupan kita. Pada era sekarang ada istilah toxic. Hal ini menggambarkan sesuatu yang merugikan, manipulatif, serta tidak sehat dalam suatu hubungan. Teman yang toxic biasanya sering membuat kita merasa rendah dari pada dia, seolah-olah kita yang salah bila ada hal yang terjadi. Bahkan tidak jarang mereka mengurusi kehidupan pribadi yang membuat kita tidak nyaman.
Apakah kamu pernah bertemu orang seperti itu? Apakah kamu pernah mempunyai teman seperti itu? Tidak tahu cara menghindarinya? Nah, ini beberapa cara cerdas agar kamu bisa menghadapi teman toxic:
- Kenali Tanda-Tanda Teman yang Toxic
Penting bagi kita untuk mengetahui apa kira-kira tanda teman yang toxic, karena dapat membantu kita mengenali karakter seseorang yang baik dan buruk. Biasanya orang yang toxic dapat menjatuhkan mental orang lain. Mereka sering meremehkan dan menciptakan konflik di dalam pertemanan. Jadi, hati-hati lah dengan sikap teman yang seperti ini, bisa saja tanpa kita sadari dia adalah teman yang toxic.
- Tetapkan Batasan Pertemanan yang Jelas
Nah, sebelum berteman kamu harus bisa membuat batasan pertemanan diri kita sendiri. Misalnya, dalam pertemanan di antara keduanya tidak boleh mengurusi hal yang bersifat pribadi, kalau ada masalah diselesaikan bersama jangan saling menyalahkan dan lain sebagainya. Hal ini, dapat membantu membuat lingkungan pertemanan kita sehat dan dapat dipastikan awet. Jadi, carilah teman yang dapat menghormati batasan-batasan pertemanan yang ada di dalam diri kita dan pastinya dapat diajak kerja sama.
- Jaga Jarak
Teman toxic memanglah menyebalkan dan bisa membuat kita stres, kalau kita menemukan orang yang seperti itu alangkah baiknya kita menjaga jarak dengan dia, kurangi interaksi bersama dia. Bahkan kita dapat menjauhkan diri dari orang seperti itu, utamakanlah kesehatan mental kita jangan sampai teman seperti itu berhasil membuat kita jatuh.
- Bersikap Tegas
Sikap tegas sangat berperan penting dalam upaya kita menghindar dari teman yang toxic. Jika seseorang sudah berani bersikap toxic kepada kita, langsung saja katakan kepadanya bahwa kita tidak nyaman atas sikapnya. Bukan karena teman, jadi dia bisa bersikap sesukanya, jadi jangan ragu untuk menyampaikan ketidaknyamanan kita.
- Mencari Teman yang Positif
Carilah teman-teman yang dapat memberikan energi positif dan tinggalkanlah pertemanan yang toxic. Mulailah berani untuk meninggalkan teman yang toxic demi kesehatan mental kita. Teman-teman yang positif pasti membantu kita untuk meninggalkan orang yang toxic dan akan selalu bersama kita.
Nah, itu tadi beberapa cara cerdas agar kamu dapat menghindari lingkungan pertemanan yang toxic, jangan ragu untuk meninggalkan lingkaran pertemanan toxic. Yakinlah, banyak teman baik yang menunggu kehadiranmu di sekitar mereka, jadi datangilah mereka.
Baca Juga: ‘Magrib Banget!’ Ucap Warganet
Editor : Muhammad Daffa

