
Penulis: Shila Kartika Barus
Baru-baru ini ramai diperbincangkan oleh publik mengenai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Perbincangan mengenai penerima KIP kuliah ini viral di media sosial karena dikatakan tidak tepat sasaran, beberapa mahasiswa penerima beasiswa ini kerap menunjukkan gaya hidup serta barang mewah di media sosial. Berdasarkan berita yang beredar, warganet pun ikut merasa kesal dan menyayangkan hal itu, sebab jika dilihat hal tersebut dianggap perbuatan yang tidak etis.
Baca Juga: Nilai Rupiah Makin Melemah, Apa Penyebabnya?
Dikutip dari situs resmi KIP Kuliah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk fokus meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai upaya cerdas. Sejak tahun 2021, pemerintah melalui Kemendikbudristek menyelenggarakan program KIP Kuliah. Program bantuan sosial dalam bidang pendidikan tinggi dilaksafnakan guna meningkatkan potensi ekonomi dan akses belajar siswa dari keluarga kurang mampu, agar berkuliah di perguruan tinggi terbaik negeri maupun perguruan tinggi swasta se-Indonesia. Seluruh perguruan tinggi yang menerima mahasiswa KIP Kuliah juga harus terakreditasi resmi dan terdaftar pada sistem akreditasi nasional perguruan tinggi.
Kehadiran KIP Kuliah diharapkan dapat membantu dan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik kepada siswa dari keluarga kurang mampu, dan keterbatasan ekonomi tetapi berprestasi di seluruh Indonesia. KIP Kuliah diberikan untuk memaksimalkan delapan semester dengan evaluasi setiap semester. Jika tidak memenuhi syarat maka KIP Kuliah ini bisa dihentikan.
Sementara itu, hal viral diungkap warganet melalui sejumlah foto yang beredar dan diduga menyalahgunakan bantuan KIP Kuliah. Kabar ini dapat dilihat pada akun instagram @mood.jakarta pada 30 April 2024 lalu. Mahasiswi tersebut seorang selebgram dari Universitas Diponegoro (Undip) penerima KIP Kuliah tetapi bergaya hidup mewah. Warganet memintanya mengundurkan diri dari KIP Kuliah. Salah satu mahasiswi yang menjadi sorotan yakni berinisial CMJ Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro. Kini, mahasiswi tersebut mengaku, meminta maaf, dan mengundurkan diri sebagai penerima beasiswa.
Dikutip dari CNN Indonesia, berdasarkan kasus yang beredar ada tanggapan mahasiswa penerima KIP Kuliah lainnya. Mahasiswa tersebut mengatakan tidak setuju kalau penerima KIP Kuliah ini memiliki hidup mewah. Bisa dibilang kalau dari kasus yang dilihat penerima bisa dibilang punya keuangan yang cukup. Kemungkinan ada dua faktor penyebab, pertama ekonomi keluarga penerima KIP Kuliah sudah membaik, kemudia penerima KIP Kuliah tidak menunjukkan konsistensi prestasi akademik maupun nonakademik. Jika sudah tidak memenuhi syarat, mahasiswa yang bersangkutan diharap bisa melapor untuk mengundurkan diri.
Pendapat saya mengenai kasus ini tidak dibenarkan untuk dicontoh, maka jadikan kasus ini sebagai pelajaran bagi kita bahwa, kita punya peran untuk menjaga dan mengimbau agar bantuan pemerintah ditujukan bagi mahasiswa bisa tepat sasaran demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi. Hal yang bisa kita lakukan yakni melaporkan jika terdapat pelanggaran dari KIP Kuliah, seperti melaporkan langsung kepada pihak kampus atau ke pemerintah melalui media sosial serta fitur-fitur pengaduan yang ada di laman resminya.
Baca Juga: Gen Z Diprediksi akan Jadi Generasi Orang Tua Terbaik, Benarkah?

