Mengejar Sikap Ikhlas, Menuju Perdamaian Hati

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Sigit Bahuraksa)

Penulis: Putri Khairunniswa

Sebuah perjalanan menuju ketenangan batin dan perdamaian hati, ketika berjalan di atas bumi yang penuh dengan sesak manusia, sering kali kita dihadapkan cobaan dan tantangan yang mengguncang batin. Namun, setiap rintangan, tak henti pula Allah memberikan kemudahan serta peluang untuk kita tetap tersenyum.

Baca Juga: Skenario Allah Itu Hal Terbaik dalam Hidup Kita

Ketika mampu menghadapi setiap cobaan dengan ketabahan dan keikhlasan, maka kita akan menemukan bahwa ketenangan sejati bukan terletak pada materi. Namun, ketenangan itu akan kita rasakan dari hati yang ikhlas. Perjalanan ini dimulai dari dalam diri kita sendiri. Kita perlu belajar untuk mendengarkan suara hati kita, karena hati yang akan membimbing untuk menemukan kedamaian sejati.

Setiap orang pasti pernah merasakan kehilangan. Kehilangan orang yang disayang, kehilangan barang yang berharga, kehilangan impian, kehilangan sesuatu hal yang sangat didambakan, atau hal yang lainnya.

Ketika sudah sekuat tenaga berusaha, hingga tinggal satu tangga lagi untuk mencapai yang diinginkan, ternyata impian itu tak dapat digenggam. Tentu, saat kita ingin mewujudkan keinginan, pasti kita akan berupaya semaksimal mungkin dengan semangat dan pantang menyerah. Lalu, apa jadinya jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan? Apa kita akan terus menangis? Apa kita akan menyerah tentang hidup begitu saja? Atau lebih mirisnya kita akan bunuh diri?

Untuk mencapai perdamaian hati, kita perlu membebaskan diri dari beban yang tidak perlu singgah dalam pikiran. Kita perlu melepaskan ego, dendam, dan ketakutan yang menghantui pikiran. Kita harus memburu keikhlasan dalam setiap cobaan, karena dalam keikhlasan, kita akan menemukan kekuatan untuk memaafkan setiap kejadian yang tak disenangi, melepaskan yang telah lewat, serta menerima segala sesuatu dengan lapang dada.

Takdir yang telah Allah tetapkan adalah yang terbaik untuk kita, karena mungkin jika kita mendapatkan apa yang kita kehendaki sekarang, boleh jadi itu bukan hal yang baik buat kita. Tanpa kita sadari, banyak hikmah di balik musibah yang kita rasakan. Allah memberi kita kegagalan, sebab Allah tahu ada sesuatu yang lebih indah dari apa yang kita inginkan. Allah patahkan rencana kita, sebab Allah tahu kita akan menjadi sombong jika sudah mencapai semuanya. Belajar untuk ikhlas terhadap kehendak Allah dan tetap berprasangka baik kepada-Nya.

Allah mengingatkan kepada hamba-Nya akan kenikmatan-kenikmatan dunia hanya kesenangan dunia dan tidak bisa kita rasakan selamanya apalagi dibawa mati. Jadi, kita sebagai hamba yang mengimani firman-firman-Nya tidak perlu terlalu ambisi akan dunia. Boleh sedih, tetapi jangan sampai kesedihan itu berlarut-larut hingga kita menjadi tak karuan apalagi sampai bunuh diri. Belajarlah untuk merelakan, belajar untuk ikhlas atas ketetapan-Nya dan terus yakin bahwa dunia ini hanya senda gurau.

Ikhlas akan membawa kita kepada jalan hidup yang mudah, dengan ikhlas kita akan mudah untuk belajar bersyukur dan bersabar. Ikhlas juga akan membawa kita kepada kedamaian hati. Ikhlas akan mempermudah jalan hidup kita, walaupun susah di awal, tetapi Insyaallah dengan berjalannya waktu Allah akan mempermudah urusan kita.

Dalam perjalanan ini, kita tidak sendirian. Allah selalu hadir dalam setiap deru napas kita. Teruslah menjaga hubungan baik dengan Sang Pencipta karena menjaga hubungan yang kokoh dengan-Nya, kita akan menemukan kekuatan dan ketenangan. Doa adalah kunci yang membuka pintu hati yang terkunci, mengalirkan cahaya ke dalam kegelapan dan membawa kedamaian yang abadi.

Boleh jadi, ujian yang sedang kita alami saat ini merupakan cara Allah membentuk jati diri. Boleh jadi, melalui ujian inilah kita memiliki peluang untuk mendapatkan cinta dari-Nya ketika mampu bersabar dan berprasangka baik kepada-Nya. Oleh karena itu, perlihatkan kepada-Nya kesabaran dan kelapangan hati yang luas dalam menerima segala ketetapan dari-Nya.

Ungkapkanlah dalam hati untuk rida dengan segala ketetapan Allah, dengan begitu Allah pun akan rida dengan kita. “Ya Allah, saya rida dengan ketetapan-Mu, apa pun kehendak-Mu, aku akan tetap menjalaninya ya, Rab.” Selaras begitu, insyaallah Allah akan memberikan kemudahan untuk jalan hidup kita. Wallahu a’lam.

Ungkapan-ungkapan positif yang kita hadirkan dalam diri kita, akan memberikan pengaruh positif dalam hidup. Jadi, mulailah dengan berprasangka baik kepada Allah, setelah itu kita akan mudah untuk rida dengan ketetapan Allah. Ikhlas akan membawa kita kepada ketenangan. Ikhlas juga akan menghantarkan kita menuju kedamaian hati yang tiada tara. Insyaallah.

Baca Juga : Mari Sibuk pada Hal Positif

Editor         : Muhammad Daffa

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles